JAYAPURA — Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Papua mempertegas komitmennya dalam membangun fondasi generasi masa depan di Tanah Papua. Melalui Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Jayapura pada Kamis (12/3/2026), fokus utama diarahkan pada optimalisasi peran Bunda PAUD demi mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, holistik, dan integratif bagi anak-anak usia dini.
Bunda PAUD Provinsi Papua, Rafatul Mulkiah Matius Fakhiri, menegaskan bahwa forum raker ini harus melahirkan cetak biru program kerja yang nyata dan berdampak langsung di lapangan, bukan sekadar menjadi pemenuhan agenda rutin tahunan. Menurutnya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase krusial yang menentukan karakter serta kesiapan anak dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
"PAUD adalah fondasi untuk membentuk generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter. Peran Pokja sangat strategis untuk memastikan setiap anak di Papua mendapatkan hak tumbuh kembang secara optimal," ujar Rafatul di sela-sela kegiatan raker.
Penyelenggaraan raker ini sekaligus mencerminkan kuatnya koordinasi antar-lembaga di internal Pemerintah Provinsi Papua dan mitra strategisnya. Kesadaran bahwa isu tumbuh kembang anak tidak bisa diselesaikan secara parsial (terpisah-pisah) tecermin dari hadirnya berbagai pemangku kepentingan penting.
Mulai dari jajaran birokrasi seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BKKBN, hingga lembaga internasional seperti perwakilan UNICEF Wilayah Papua. Selain itu, hadir pula Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua, Kanwil Kementerian Agama, serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, menyoroti dua aspek krusial yang menjadi tantangan sekaligus fokus penanganan ke depan: peningkatan kualitas tenaga pendidik (guru) dan edukasi masif kepada orang tua.
Marthen menilai, tingkat kesadaran masyarakat — khususnya orang tua — mengenai urgensi memasukkan anak ke jenjang PAUD sebelum menginjak Sekolah Dasar (SD) masih perlu digenjot secara konsisten.
"Dasar pendidikan harus kuat sejak dini. Jika anak sudah terbentuk di PAUD, proses belajar di jenjang berikutnya akan jauh lebih mudah. Kami juga mendorong penguatan kelembagaan di tingkat kabupaten dan kota agar program ini benar-benar menyentuh akar rumput, bukan berhenti di tataran seremonial," jelas Marthen.
Sebagai output dari pertemuan strategis ini, para peserta menyepakati satu indikator keberhasilan organisasi yang mutlak: eksekusi dan aksi nyata di lapangan.
Target utama yang dibidik oleh Pokja Bunda PAUD Papua ke depan adalah memperluas akses layanan pendidikan anak usia dini hingga ke wilayah-wilayah terpencil dan pedalaman. Langkah berani ini diambil demi memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak Papua, sekaligus menjadi langkah pionir dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul guna melahirkan "Generasi Emas Papua" yang kompetitif.
Share This News